Tags

, , , , , ,

Malam sahabat.πŸ™‚

Bagaimana kabar para sahabat hari ini? Mudah – mudahan para sahabat sehat selalu.πŸ™‚

Setelah postinganku yang terakhir yang bertemakan puisi yang berjudul “Kata Hati“, hari ini aku hadir dengan tema yang tidak terlalu spesifik sahabat dengan judul “Saat Titik Kejenuhan Mencapai Puncak”. Tulisanku kali ini bukanlah suatu tulisan yang terlalu memiliki arti ataupun yang sejenisnya, kali ini aku hanya ingin bercerita saja sahabat. (maksudnya itu curhat…. :mrgreen:)

hehehehe…… langsung saja yach….

Saat Titik Kejenuhan Mencapai Puncak

Seperti itulah keadaanku saat ini

Ada sebuah perumpamaan

“Bagai telur di ujung tanduk”

Tapi kali ini telur itu tidak lagi di ujung tanduk

Telur itu telah jatuh dan pecah

Titik Kejenuhan itu kini tidak lagi ragu menjatuhkan telur

Titik itu kini telah berada pada puncaknya

Puncak dimana segala sesuatu serasa membosankan

Jalan – jalan… Ngampus…

Bercanda… Tidur…

Duduk….

Bahkan menulis tulisan ini pun serasa sangat membosankan

Berkali – kali aku terdiam

Selesai satu baris

Tangan ini terhenti

Begitu banyak rangkaian kata yang ingin aku tulis

Hanya saja, jari jemari ini terhenti begitu saja

Membuat rangkaian kata itu pecah

Dan bingung akan apa yang aku tulis dibaris selanjutnya

Begitu banyak ide dalam otak ini

Hanya saja, kejenuhan itu menghalanginya

Menghalangiku untuk mengeluarkannya

Menghalangi perintah ke jari jemariku

Sehingga jari jemari ini tak sanggup lagi menari

Otakku sudah tak lagi bisa merangkai kata

Tangan ini juga tak sanggup lagi untuk menari

Inilah baris akhir tulisan ini

Baris akhir yang hanya diakhiri dengan sebuah

. (titik)

Huft….. yach itulah tulisan sekaligus ceritaku kali ini sahabat.πŸ™‚ Semoga sahabat bisa menikmatinya…:mrgreen: